Daftar Saham FTSE 100 Terbaru 2026: Cuan dari Raksasa Eropa Saat S&P 500 Kemahalan

Pada awal Februari 2026, indeks FTSE 100 berhasil mencetak sejarah baru dengan menembus level All-Time High (ATH) di angka 10.800. Artikel ini akan membedah mengapa saham-saham old-money Inggris yang rajin membagikan dividen kini menjadi incaran utama investor global, lengkap dengan daftar 10 konstituen terbesarnya, dan cara kamu membelinya dari Indonesia.

Apa Itu FTSE 100 dan Mengapa Tiba-Tiba Viral di 2026?

Bagi sebagian besar investor pemula di Indonesia, bursa saham global seolah hanya berputar di Amerika Serikat (S&P 500 atau Nasdaq). Namun, para Smart Money (investor institusi) tahu betul bahwa menaruh semua telur di keranjang bursa AS yang sedang mengalami overvaluation (kemahalan) adalah langkah yang berisiko.

Di sinilah FTSE 100 (singkatan dari Financial Times Stock Exchange 100) mengambil alih panggung utama.

Secara definisi, FTSE 100 adalah indeks saham yang melacak kinerja 100 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar yang terdaftar di London Stock Exchange (LSE). Indeks ini sering dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi Inggris, meskipun kenyataannya, lebih dari 70% pendapatan perusahaan di dalam FTSE 100 berasal dari luar Inggris (global).

Lalu, kenapa indeks ini meledak ke level 10.800 di awal 2026? Jawabannya ada pada pergeseran tren makroekonomi global. Dunia saat ini sedang membutuhkan ketahanan energi, layanan kesehatan pasca-pandemi yang stabil, dan sayangnya, peningkatan anggaran pertahanan akibat eskalasi geopolitik. FTSE 100 adalah gudangnya perusahaan energi, farmasi, dan pertahanan dunia.

Mau mulai investasi saham?

Investasi Saham di Cermati Sekarang!  

Mencari Emiten dari Luar Negeri yang Tepat di Indeks FTSE 100

loader

Jika tertarik untuk berinvestasi di perusahaan luar, ada beberapa indeks saham yang bisa dilirik. Salah satunya adalah FTSE 100. FTSE 100 adalah representasi/cerminan harga saham dari 100 emiten unggulan yang sahamnya tercatat di London Stock Exchange.

Nah sebelum mengetahui apa indeks FTSE 100 kamu harus mengetahui dulu apa itu FTSE.

FTSE atau The Financial Times Stock Exchange adalah indeks saham di Bursa Saham London. Indeks ini dimiliki Grup FTSE, yang awalnya merupakan perusahaan patungan antara Financial Times dan Bursa Saham London.

Ada beberapa indeks saham FTSE:

  • FTSE 100 (100 perusahaan terbesar)
  • FTSE 250 (250 perusahaan terbesar berikutnya)
  • FTSE Small cap
  • FTSE 350 (gabungan FTSE 100 dan 250)
  • FT All Share Index
  • Menurut situs web FTSE, perusahaan-perusahaan dalam indeks FTSE 100 mewakili sekitar 80% pasar saham Britania.

Baca Juga:  Mengenal Nasdaq, Bursa Efek Tertua di Dunia Asal Amerika Serikat

Daftar 10 Saham Terbesar FTSE 100 (Update 2026)

Untuk menguasai indeks ini, kamu tidak perlu menghafal 100 perusahaan. Cukup perhatikan 10 perusahaan raksasa yang mendominasi lebih dari 40% bobot indeks ini. Berikut adalah daftar Top 10 Constituents terbaru:

Peringkat Nama Perusahaan Sektor Industri Alasan Mengapa Saham Ini Penting
1 AstraZeneca (AZN) Farmasi / Kesehatan Pemimpin global di onkologi dan obat langka. Kebal terhadap resesi karena orang selalu butuh obat.
2 Shell (SHEL) Energi (Migas) Mesin pencetak uang dari krisis energi global, pembayar dividen super jumbo.
3 HSBC Holdings (HSBA) Perbankan Bank raksasa yang menghubungkan modal Barat dengan pertumbuhan pasar Asia.
4 Unilever (ULVR) Consumer Goods Induk dari produk sehari-hari (Dove, Rexona, dll). Punya pricing power tinggi saat inflasi.
5 Rolls-Royce (RR.) Aviasi & Pertahanan Bintang utama 2024-2026. Permintaan mesin pesawat komersial dan militer sedang meroket.
6 BP (BP.) Energi (Migas) Pesaing Shell yang kini agresif menyeimbangkan energi fosil dan transisi hijau.
7 GSK (GSK) Farmasi / Kesehatan Raksasa pembuat vaksin dunia dengan pipeline riset yang sangat kuat.
8 Rio Tinto (RIO) Pertambangan Pemasok utama bijih besi dunia. Sangat diuntungkan jika ekonomi China sedang ekspansi.
9 British American Tobacco (BATS) Tembakau Meskipun industrinya kontroversial, saham ini adalah favorit pencari dividend yield tinggi.
10 National Grid (NG.) Utilitas / Infrastruktur Monopoli jaringan listrik Inggris. Sangat stabil, sangat membosankan, tapi sangat menguntungkan.

Baca Juga: Mengenal MSCI Index dan Daftar Indeks MSCI Indonesia Terbaru

Kenapa Kamu Harus Memasukkan FTSE 100 ke Portofolio?

Jika kamu masih ragu untuk membagi portofolio kamu ke pasar Eropa, pertimbangkan 3 metrik fundamental berikut:

1. Surganya Para Pemburu Dividen (Dividend Hunters)

Indeks teknologi AS (Nasdaq) mungkin memberikan capital gain (kenaikan harga) yang gila-gilaan, tapi mereka pelit dividen. Sebaliknya, FTSE 100 berisi bisnis-bisnis matang (mature businesses) yang kelebihan uang kas. Rata-rata dividend yield FTSE 100 secara historis selalu berkisar di angka 3.5% hingga 4.5% per tahun—jauh mengalahkan S&P 500 yang sering kali di bawah 1.5%.

2. Benteng Pertahanan dari Resesi (Defensive Shield)

Coba perhatikan daftar perusahaannya: Obat-obatan (AstraZeneca, GSK), Sabun mandi (Unilever), Listrik (National Grid), dan Bahan Bakar (Shell, BP). Saat ekonomi hancur, orang mungkin menunda beli iPhone terbaru (Apple) atau langganan software AI (Microsoft), tapi mereka tidak akan berhenti mandi, minum obat, atau menyalakan listrik. Inilah yang membuat FTSE 100 sangat tangguh saat ekonomi sedang lesu.

3. Valuasi yang Jauh Lebih Masuk Akal

Di dunia investasi, ada istilah Price to Earnings Ratio (PER) untuk mengukur apakah sebuah pasar sedang kemahalan atau diskon. Saat ini, valuasi FTSE 100 jauh lebih murah dibandingkan pasar saham AS. Kamu membeli bisnis kelas dunia dengan harga diskon bergaya Eropa.

Cara Beli Saham FTSE 100 dari Indonesia

Dulu, investasi di bursa London adalah hak istimewa para miliarder. Sekarang, kamu bisa melakukannya sambil rebahan. Berikut adalah panduan langkah demi langkahnya:

1. Buka Akun Pialang Global (Global Broker)

Pastikan kamu menggunakan platform sekuritas atau aplikasi wealth management (seperti mitra resmi Cermati Invest) yang menyediakan akses ke pasar global dan terdaftar secara legal.

2. Pilih Metode Pembelian

  • Beli Saham Langsung (Direct Stock): Kamu bisa membeli saham Unilever atau HSBC secara satuan jika kamu yakin dengan fundamental perusahaannya.

  • Beli via ETF (Exchange Traded Fund): Ini adalah cara paling cerdas ala Herman. Alih-alih menebak saham mana yang akan naik, belilah ETF yang melacak seluruh indeks FTSE 100. Contoh ETF populer adalah ISF (iShares Core FTSE 100 UCITS ETF) atau VUKE (Vanguard FTSE 100 UCITS ETF). Dengan membeli 1 lembar ETF ini, kamu otomatis memiliki sebagian kecil dari 100 perusahaan terbesar di Inggris.

3. Perhatikan Jam Buka Bursa

Bursa saham London beroperasi dari jam 08:00 hingga 16:30 waktu setempat. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB), bursa ini buka sekitar pukul 14:00/15:00 hingga 22:30/23:30 malam (tergantung Daylight Saving Time).

Kenali dengan Baik Emiten Memutuskan Berinvestasi Saham

Salah satu cara sukses untuk berhasil mendapatkan keuntungan besar dari investasi saham adalah dengan mengenal baik emiten yang ada. Cari dengan jelas info terkait dari perusahaan emiten yang sedang diincar, misalnya dengan mengecek laporan keuangannya, mencari tahu perusahan tersebut bergerak di sektor ekonomi apa, berpotensi kah, sedang tren atau banyak diminati.

Dengan mengenal secara baik perusahaan emiten, kamu tidak hanya memiliki kesempatan lebih besar dalam meraih keuntungan investasi saham, tapi juga mengurangi risiko kerugian.

Baca Juga:  Pengertian IDX High Dividend 20 dan Daftar Sahamnya