Perbedaan Saham dan Obligasi, Mana Paling Untung?

Saham dan obligasi merupakan dua jenis investasi yang populer. Keduanya sama-sama memberikan return menggiurkan yang dapat dinikmati investor ketika melakukan penarikan saldo atau dana dari rekening investasi. 

Di balik kesamaan, terdapat pula perbedaan antara saham dan obligasi. Berikut beberapa perbedaan saham dan obligasi yang harus diketahui:

loader
Perbedaan Saham dan Obligasi

Mau mulai investasi saham?

Investasi Saham di Cermati Sekarang!  

Apa Itu Saham?

Secara sederhana, Saham adalah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan.

Bayangkan begini: Dengan membeli saham, meskipun hanya 1 lot, kamu sah menjadi "bagian" atau pemilik dari perusahaan tersebut. Kamu punya hak atas kemajuan perusahaan itu.

Keuntungan & Risiko Saham

Investasi saham menawarkan dua sumber cuan utama:

  1. Dividen: Pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham.

  2. Capital Gain:** Keuntungan dari selisih harga jual yang lebih tinggi dibandingkan harga beli.

Namun, ingat hukum High Risk, High Return. Risiko saham meliputi:

  • Harga yang bisa naik-turun drastis (fluktuatif).

  • Perusahaan bangkrut.

  • Risiko saham dikeluarkan dari bursa (delisting).

Siapa yang Cocok Beli Saham?

Instrumen ini pas buat kamu yang:

  • Punya tujuan investasi jangka panjang (di atas 5 tahun).

  • Siap mental menghadapi fluktuasi pasar (jantung aman saat lihat grafik merah).

  • Menginginkan peluang keuntungan (return) yang lebih besar.

Beli Obligasi Sekarang!

Apa Itu Obligasi?

Berbeda dengan saham, Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan.

Saat membeli obligasi, posisimu adalah sebagai pemberi pinjaman. Pihak penerbit (Pemerintah/Perusahaan) berutang padamu dan berjanji akan mengembalikan uang pokokmu plus bunga.

Keuntungan & Risiko Obligasi

Kenapa banyak yang bilang obligasi itu "adem"?

  • Keuntungan: Kamu dapat pendapatan rutin berupa bunga atau kupon. Selain itu, pokok utang akan dikembalikan utuh saat jatuh tempo.

  • Risiko: Tetap ada, seperti risiko gagal bayar (terutama obligasi korporasi), likuiditas rendah (susah dijual cepat), atau harga obligasi turun jika suku bunga acuan naik.

Siapa yang Cocok Beli Obligasi?

Instrumen ini ideal buat kamu yang:

  • Mengutamakan stabilitas dan keamanan modal.

  • Butuh pendapatan rutin (cashflow) dari kupon.

  • Tidak terlalu nyaman atau mudah panik dengan fluktuasi harga saham.

Tabel Perbedaan Utama

Biar makin jelas dan nggak ketukar, simak ringkasannya di tabel ini:

Fitur Saham Obligasi
Konsep Dasar Bukti Kepemilikan Surat Utang
Jangka Waktu Jangka Panjang Jangka Menengah (1-3 Tahun)
Karakter Pasar Fluktuatif (Naik-Turun Cepat) Lebih Stabil
Sumber Cuan Dividen & Capital Gain Kupon (Bunga) Tetap
Potensi Return Tinggi Terbatas (Moderat)
Tingkat Risiko Besar Lebih Kecil

Saran Strategi untuk Pemula

Jadi, kalau kamu baru mau mulai, sebaiknya pilih yang mana?

  • Jika kamu masih muda, dana nganggur (cold money) banyak, dan berani ambil risiko: Mulai dengan Saham.

  • Jika kamu ingin belajar tapi takut boncos, atau butuh dana dalam 2-3 tahun lagi: Pilih Obligasi, terutama Obligasi Pemerintah (SBN Ritel) yang dijamin negara.

Strategi Terbaik: Kombinasikan Keduanya!

Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Strategi paling bijak adalah diversifikasi.

Kamu bisa mengalokasikan dana, misalnya 60% di Obligasi untuk keamanan, dan 40% di Saham untuk mengejar pertumbuhan aset. Dengan begitu, portofoliomu akan lebih seimbang antara risiko dan keuntungan.

Manakah yang Paling Menguntungkan?

Itulah perbedaan saham dan obligasi. Keduanya memang sama-sama menguntungkan, tergantung berapa banyak keuntungan yang diharapkan dan keberanian Anda menanggung risiko investasi. Jika Anda tipikal yang berani ambil risiko, maka investasi saham adalah jawabannya. Jika cenderung menghindari risiko, maka bisa memilih obligasi sebagai opsi.